FORUM Broadcasting UMB
Pencarian
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search

Latest topics
» [adventure] Green Canyon Indonesia
Sat 23 Jul 2011 - 17:53 by Tamu

» tanya perjalanan ke green canyoon
Sun 26 Jun 2011 - 11:02 by Tamu

» Wisata Backpacker di PULAU SEMAK DAUN (PULAU SERIBU)
Fri 10 Dec 2010 - 4:10 by Tamu

» salam kenal semua'a...
Wed 15 Sep 2010 - 9:05 by boim

» go to greencanyon
Tue 16 Feb 2010 - 12:11 by Tamu

» perkenalan
Sun 25 Oct 2009 - 17:55 by aloysius

» Pengaruh Buruk Yang Merusak Otak
Sat 1 Aug 2009 - 8:43 by Tamu

» [Freelance] EDITOR wedding
Thu 2 Jul 2009 - 0:24 by Admin

» storyboard artis Film Ice Age 3 orang Indonesia
Tue 23 Jun 2009 - 15:16 by awank

Navigation
 Portal
 Indeks
 Anggota
 Profil
 FAQ
 Pencarian
June 2018
MonTueWedThuFriSatSun
    123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930 

Calendar Calendar


(((TALK))) about Freeport

Go down

(((TALK))) about Freeport

Post  aw@nk on Thu 28 May 2009 - 1:00

INILAH SALAH SATU PENYEBAB INDONESIA KAGAK BISA MAJU
DAN TETAP MENJADI NEGARA MISKIN


Freeport Setor Dividen Rp 391,5 Miliar
Angga Aliya ZRF - detikFinance

Jakarta - Kontribusi PT Freeport Indonesia terhadap target setoran dividen tahun buku 2008 hanya sekitar 1,5 persen. Setoran Freeport ini merupakan dividen interim dari kinerja perusahaan 2007, namun baru dimasukan pada setoran dividen 2008 yang ditarik 2009.

Target setoran dividen tahun buku 2008 mencapai Rp 26,1 triliun yang akan ditarik pada 2009. Dengan begitu, kontribusi Freeport yang hanya 1,5 persen setara dengan Rp 391,5 miliar.

"Tahun lalu dividennya juga cukup besar sekitar Rp 250-an miliar," ungkap Sekretaris Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) M Said Didu di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (26/5/2009).

Sementara itu, mengenai setoran dividen dari BUMN lain, menurutnya saat ini belum ada yang terserap. Ia mengatakan, dividen tersebut biasanya sudah mulai masuk di awal semester kedua, saat seluruh perusahaan plat merah menggelar rapat umum pemegang saham (RUPS).

Menurut salah satu eksekutif di Kantor Kementerian Negara BUMN, selama ini pemerintah tidak pernah dilibatkan dalam RUPS yang dilakukan Freeport.

"Enggak jelas juga kenapa interim tiap tahun karena kita tidak pernah diundang rapat (RUPS)," bisik sumber tersebut.

Sumber yang menolak disebutkan namanya tersebut juga mengatakan, selama ini pihaknya belum pernah menerima satu pun laporan keuangan tahunan dari perusahaan tambang tersebut. Padahal pemerintah memiliki kepemilikan saham sebanyak 9,36 persen.

"Seharusnya kan laporan dulu ke kita (BUMN) sebelum ke Depkeu (Departemen Keuangan),". Ternyata kita cuman dapat secuil saja dari trilyunan rupiah yang dikeruk oleh freeport!! Andai kita bisa mengolah sumber daya alam kita sendiri saya jamin negara ini akan menjadi macan asia... dan yang paling mengejutkan ternyata freeport bisa menjadi perusahaan multinasional dengan hanya mengandalkan hasil tambang di papua...


Freeport dan kiprahnya di bumi Papua…

Tahun 1936, secara tak sengaja, para peneliti dari Belanda yang hendak melihat kondisi es di puncak pegunungan di Papua, menemukan kekayaan tembaga dalam jumlah melimpah… Oleh sang peneliti, lokasi tersebut dipetakan, namun karena pemerintah Belanda tidak tertarik mengelolanya, akhirnya catatan tentang keajaiban bumi Papua itu “tidur” di perpustakaan Belanda saja.

Freeport, yang berdiri pada tahun 1912, pada awalnya hanyalah perusahaan “sederhana” penambang belerang saja, yang kemudian mengembangkan sayapnya dengan membuka pertambangan Nikel di Kuba pada tahun 1940. Namun kemudian tambang Nikel ini diambil paksa oleh Fidel Castro. Setelah hasil dari berbagai tambang mereka mengalami penurunan, (entah bagaimana) berbekal catatan peneiliti Belanda, tahun 60-an mereka menelusuri bumi Papua…

Alangkah menakjubkannya, karena di situ ditemukan kandungan tembaga 13 juta ton di atas permukaan tanah (tinggal ngeruk doang, gak perlu capek-capek menggali) dan 14 juta ton di perut bumi!!! Luar biasa, dan ini menjadikan Tembagapura menjadi TAMBANG TEMBAGA KETIGA TERBESAR DI DUNIA.





Tahun 67, mereka menandatangani kontrak karya dengan Pemerintah Indonesia, dan diberi hak kelola selama 30 tahun, walau saat itu Papua belum resmi jadi milik Indonesia (inipun konon diperdebatkan juga keabsahannya, menyangkut status Papua saat itu).

Tahun 1972, Freeport melakukan ekspor perdana konsentrat tembaga. Karena saat itu USA sedang berperang habis-habisan dengan Vietnam, harga tembaga melangit, dan penambangan tembaga digenjot besar-besaran. Alhasil Freeport menangguk keuntungan yang sangat besar, dan menjadi perusahaan raksasa nan kaya raya… Dengan kekayaannya itulah Freeport mengakuisisi Mc Moran Oil and Gas, dan mengubah namanya sendiri menjadi Freeport Mc Moran…







Gunung Rumput di Tembaga Pura, yang boleh disebut pula sebagai Gunung Emas, mulai dikelola oleh Freeport pada tahun 1988…Kandungan emas di gunung ini sebenarnya juga telah ditemukan tahun 1936 oleh peneliti Belanda tersebut, namun konon Freeport lebih tertarik mengelola tembaga.

Setelah tambang tembaga-nya adalah yang terbesar ketiga di dunia, tahukah Anda bahwa tambang emas di Freeport itu ternyata kini merupakan TAMBANG EMAS TERBESAR DI DUNIA!!!






Tahukah anda berapakah keuntungan yang di dulang Freeport dalam 3 tahun terakhir ini?
LABA BERSIH dari Freeport, dan bukan sales ataupun laba kotor:
  • Tahun 2002 NETT PROFIT-nya adalah US$ 127 million, alias 1,27 trilyun rupiah.
  • Tahun 2003 NETT PROFIT-nya menjadi US$ 162 million alias 1,62 trilyun rupiah.
  • Tahun 2004 NETT PROFIT-nya melompat ke US$ 934 million, alias 9,34 trilyun rupiah.

Bagaimana dengan tahun ini dan seterusnya???
Gak bisa dipungkiri lagi, keuntungannya akan menggila…Pada Januari 2001, harga Tembaga hanyalah US$ 2.13/kg saja.
Pada Januari 2005, harga Tembaga sudah menjadi US$ 3.70/kg dan kini meroket (pada Januari 2006) menjadi US$ 5.43/kg alias 250% dibanding 5 tahun sebelumnya!!!

Harga emas pada awal 2001 masih sekitar US$ 9000/kg, meningkat menjadi US$15900/kg di awal tahun 2005, dan kini melangit sampai ke US$ 18900/kg!!! Jangan ditanya berapa besarnya keuntungan yang dikeruk oleh tambang emas terbesar di dunia dan tambang tembaga terbesar ketiga di dunia saat ini…(mengenai harga metal, cek aja di www.kitco.com dan www.lme.com).

Tahukah anda, berapa besar saham kita Pertambangan Paling Ajaib di dunia
tersebut???

81.2% sahamnya adalah milik Freeport Mc Moran… Pemerintah kita melalui PT Freeport indonesia hanya memiliki 9.4% saham saja!!!
Sisa saham sebesar 9.4%, dimiliki oleh Indocopper Investama, yang ternyata 100% saham perusahaan ini dimiliki oleh Freeport Mcmoran juga!!! Janjinya tahun 2005, saham Indocopper akan dilepas semua oleh Freeport.

Walau kontrak Freeport rencananya habis tahun 1997, pada tahun 1991, kontrak tersebut diperbaharui dan Freeport mendapat lisensi baru untuk mengelola selama 30 tahun, plus opsi 2 x 10 tahun… Dengan demikian Freeport berhak bertengger di bumi Tembagapura secara resmi sampai dengan tahun 2041!

Mungkin mereka akan terus bercokol di sana, sampai mereka menyadari bahwa bumi Tembagapura sudah habis dikeruk dan gak ada lagi yang bisa diberdayakan…Di saat itulah mungkin mereka akan mengembalikan ke kita, yang cuma bisa meratapi kebodohannya saat itu…

Sekarang 2009, seandainya ada calon presiden yang menggemborkan kontrak politiknya untuk merebut PAPUA dan mengusir si kampret Freeport dari NKRI, PASTI GW CONTRENG, ga peduli siapa pun tuh CAPRES.
(jadi logiskan.... kalo gw golput!)

Mari kita kobarkan semangat nasionalis...
afro
avatar
aw@nk

Jumlah posting : 11
Join date : 04.05.09

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Salah satu alasan gw BENCI Soeharto

Post  Admin on Thu 28 May 2009 - 1:12

Catatan A. Umar Said: ( http://umarsaid.free.fr/cv%20singkat.htm )
jurnalis sederhana yang sekarang tinggal di Prancis, tetap berusaha untuk menegakkan demokrasi, membela HAM, dan ikut dalam gerakan untuk terus mendorong adanya perobahan-perobahan demi kepentingan rakyat banyak.

MASALAH FREEPORT SEBAGAI
PENYAKIT WARISAN ORDE BARU
Twisted Evil Twisted Evil Twisted Evil

Ramainya reaksi dari berbagai kalangan terhadap berita-berita tentang Freeport di Papua (dan tambang minyak Cepu yang pengurusannya diserahan kepada Exxon) menunjukkan kepada kita semua bahwa memang terdapat banyak sekali ketidakberesan atau persoalan yang harus segera dibenahi oleh negara dan bangsa kita mengenai masalah tersebut. Bahwa banyak orang dari berbagai kalangan ikut beramai-ramai mempersoalkan masalah ini adalah suatu hal yang baik sekali bagi kehidupan bangsa kita dewasa ini, dan bagi generasi kita yang akan datang.

Sebab, masalah Freeport di Papua berkaitan erat dengan berbagai aspek dari pandangan politik dan sikap kita semua (terutama sikap para « tokoh ») terhadap masalah-masalah kepentingan negara dan rakyat, dan terhadap hari kemudian bangsa kita. Masalah Freeport di Papua mengandung persoalan, antara lain, bagaimana seharusnya sikap bangsa dan negara kita menghadapi kebutuhan kerjasama dengan modal asing tanpa merugikan kepentingan rakyat.

Dalam merenungkan berbagai persoalan parah yang timbul di sekitar masalah Freeport dewasa ini, agaknya perlu bagi kita semua untuk selalu ingat bahwa kehadiran Freeport di Papua adalah hasil « kerjasama » antara kekuasaan Suharto dkk di Angkatan Darat (dengan dukungan penuh dari berbagai kalangan reaksioner yang anti presiden Sukarno dan anti-PKI) dan kekuatan imperialis AS yang diwakili oleh maskapai raksasa Freeport McMoRan Copper & Gold, Inc.


KONTRAK KARYA TAHUN 1967 ADALAH PENGKHIANATAN Twisted Evil Twisted Evil Twisted Evil

Freeport masuk ke Indonesia dengan fasilitas Suharto bersama-sama «orang-orang »-nya. Kontrak karya atau persetujuan pertama ditandatangiani dalam tahun 1967, ketika Suharto sudah mengkhianati presiden Sukarno dengan Supersemarnya tanggal 11 Maret 1966. Kontrak karya 7 April tahun 1967 itu dibikin ketika Suharto berhasil didudukkan (dengan berbagai rekayasa) sebagai pejabat Presiden (sejak 7 Maret 1967) dan Bung Karno masih belum sepenuhnya didongkel secara resmi oleh MPRS tahun 1968.



Sebenarnya, kontrak karya dengan Freeport dalam tahun 1967 yang ditandatangani oleh kekuasaan di bawah Suharto juga merupakan soal yang bisa menimbulkan pertanyaan tentang keabsahannya, mengingat bahwa antara tahun 1963 sampai 1969, Papua Barat (waktu itu kita sebut Irian Barat) sedang menjadi daerah perselisihan internasional (international dispute region), sedangkan dari 1 Oktober 1962 hingga 1 Mei 1963 merupakan daerah perwalian PBB di bawah United Nations Temporary Execituvie Authority (UNTEA).

Bagaimanapun juga, tindakan Suharto (dan konco-konconya di Angkatan Darat dan tokoh-tokoh yang anti Bung Karno dan pro-nekolim waktu itu) menyetujui kontrak karya dengan maskapai raksasa Freeport dalam tahun 1967 adalah tambahan bukti bahwa politik Suharto dan konco-konconya adalah pengkhianatan terhadap tujuan revolusi 45 dan berbagai politik yang digariskan oleh presiden Sukarno bersama-sama MPRS (antara lain, UUD 45, Manipol, Trisakti, singkatnya: Panca Azimat Revolusi), yang orientasi besarnya adalah anti-imperialisme atau anti-nekolim serta mengutamakan pengabdian kepada negara dan rakyat..

Apa yang telah dikerjakan oleh pemerintahan Orde Baru dan diteruskan oleh berbagai pemerintahan sesudahnya (sampai yang sekarang) mengenai Freeport dan rakyat Papua adalah bertentangan sama sekali dengan tujuan Trikoranya Bung Karno. Tujuan perjuangan untuk membebaskan Papua (Irian Barat) dari penjajahan dan menyatukannya dengan RI, yang digelorakan secara besar-besaran dan bertahun-tahun oleh Bung Karno, adalah berlawanan seratus delapan puluh derajat dengan politik Suharto dan konco-konconya.

Agaknya, salah sekali kalau ada orang yang beranggapan bahwa Bung Karno, yang sejak masa mudanya sudah terkenal sebagai pejuang besar anti-imperialisme dan anti-kolonialis Belanda, ingin menjalankan kolonialisme dan menyengsarakan rakyat di Papua (Irian Barat). Dalam pidato-pidatonya Bung Karno dengan jelas sekali, dan sering sekali, mengatakan bahwa perjuangan rakyat Indonesia mengenai Irian Barat adalah justru untuk melaksanakan prinsip menghentikan «exploitation de l’homme par l’homme » dan « exploitation de la nation par la nation ». (pemerasan manusia oleh manusia dan pemerasan suatu bangsa oleh bangsa lainnya).

Dari segi ini pulalah kelihatan sekali bahwa banyak sekali politik Suharto (dan konco-konconya di Angkatan Darat waktu itu) yang berangkulan dengan imperialisme AS dan kekuatan nekolim lainnya bertolak-belakang dengan jiwa revolusi rakyat Indonesia di bawah pimpinan Bung Karno.


SEANDAINYA BUNG KARNO TIDAK DIKHIANATI........ scratch

Karena itu, jelas pulalah bahwa seandainya (sekali lagi, « seandainya » !) presiden Sukarno tidak dikhianati dan digulingkan oleh Suharto dan konco-konconya di Angkatan Darat, tidak akan muncul persoalan Freeport, seperti yang kita sama-sama saksikan dewasa ini. (Juga tidak akan terjadi pelanggaran HAM secara besar-besaran selama puluhan tahun. Juga korupsi tidak akan merajalela secara ganas di banyak bidang dan di banyak tingkatan. Juga tidak akan menjalar dekadensi moral atau degenerasi mental di kalangan « atas » masyarakat kita seperti yang dapat kita sama-sama kita saksikan selama ini.)

Freeport di Papua adalah simbul yang jelas atau manifestasi terpusat dari kerusakan besar yang telah dibikin oleh Suharto bersama-sama kawan-kawan pendukungnya terhadap negara dan rakyat Indonesia. Karena itu, kalau kita sekarang bicara tentang Freeport perlu sekali kita ingat juga bahwa pokok pangkal masalahnya yalah kontrak karya yang dibuat tahun 1967 di bawah kekuasaan politik Suharto dkk.

Kontrak karya tahun 1967 telah dengan mudah dibikin oleh Suharto (dan pendukung-pendukungnya) karena Angkatan Darat sudah menggulung habis-habisan kekuatan pendukung politik presiden Sukarno, terutama PKI, dan makin tersisihnya Bung Karno sebagai tokoh besar revolusi Indonesia. Kekuatan kiri di Indonesia, yang terutama terdiri dari anggota dan simpatisan PKI, merupakan tanggul besar atau tameng raksasa bagi rakyat Indonesia untuk mencegah hadirnya neo-kolonialisme, termasuk Freeport. Justru tanggul besar atau tameng raksasa inilah yang telah dihancur-leburkan oleh pengkhianatan Suharto dkk, dengan membunuhi dan memenjarakan jutaan orang tidak bersalah.

Dilihat dari sudut sejarah dapatlah kiranya ditamsilkan bahwa penandatanganan kontrak karya dengan Freeport oleh Suharto dkk dilakukan di atas fondamen yang terdiri dari tumpukan jutaan mayat orang kiri pendukung politik Bung Karno dan disuburkan dengan pengkhianatan yang tidak tanggung-tanggung terhadap pemimpin besar rakyat, Bung Karno.


BOM WAKTU YANG DITANAM OLEH SUHARTO DKK Twisted Evil Twisted Evil Twisted Evil

Sekarang ini, masalah Freeport muncul lagi sebagai bom waktu yang ditanam oleh Suharto dkk , tetapi dalam skala yang lebih besar, dan dengan berbagai aspek yang makin lebih serius dari pada yang sudah-sudah. Kelompok-kelompok dari berbagai suku sudah mengobarkan aksi-aksi untuk menuntut perlakuan yang lebih baik dan lebih adil dari pemerintah RI dan Freeport, meneruskan perjuangan yang sudah bertahun-tahun mereka lancarkan. Perjuangan berbagai suku ini dewasa ini diperkuat oleh aksi-aksi yang dilancarkan para mahasiswa Universitas Cenderawasih di Papua (juga di berbagai kota besar Indonesia).

Juga berbagai LSM di Indonesia telah dan sedang mengadakan kegiatan atau aksi-aksi untuk mengangkat masalah kejahatan, pelanggaran HAM, ketidak-adilan bagi rakyat Papua, dan korupsi di kalangan TNI, untuk « pengamanan » Freeport. Sejumlah warga Papua, termasuk para mahasiswa sudah terpaksa minta suaka politik di Australia dan Papua NG.. Ini merupakan tamparan yang memalukan terhadap muka pemerintah Indonesia yang memang sudah lama terkenal buruk. Pemanggilan pulang Dubes Indonesia dari Australia sebagai protes terhadap pemberian suaka politik warga Papua tidak bisa menutupi berbagai kesalahan dan keburukan yang terjadi di Papua yang dilakukan sejak rejim militer Orde Baru.

Hiruk-pikuk sekitar masalah Freeport ini adalah akibat politik rejim militer Orde Baru, yang selama puluhan tahun telah membiarkan maskapai besar Amerika ini menjalankan pengurasan secara besar-besaran kekayaan bumi Papua dan menarik keuntungan yang besar dari pertambangan emas, tembaga dan bahan-bahan mineral lainnya. Selama puluhan tahun Freeport hanya mendatangkan keuntungan dan kenikmatan bagi pemegang sahamnya, dan sejumlah orang-orang penting Indonesia yang terlibat dalam kerjasama dalam projek raksasa ini.

Dalam kontrak karya tahun 1967, yang rupanya dibikin terlalu buru-buru dan sembrono, karena sudah « kebelet » ingin menunjukkan bahwa kekuasaan di bawah Suharto berlainan dengan kekuasaan presiden Sukarno, telah disetujui bahwa pembagian saham dalam PT Freeport Indonesia adalah 81,28% untuk Freeport, pemerintah Indonesia 9,36% dan PT Indocopper Investama juga 9,38%. Pembagian saham tersebut sudah menunjukkan kejanggalan yang menyolok, mengingat bahwa justru pemilik buminya, yaitu negara Indonesia, hanya mendapat saham yang begitu kecil.

Paris, 26 Maret 2006


Terakhir diubah oleh Admin tanggal Thu 28 May 2009 - 2:49, total 5 kali diubah
avatar
Admin
Admin

Jumlah posting : 40
Join date : 04.05.09
Age : 37
Lokasi : JAKARTA

Lihat profil user http://umbbro.indonesianforum.net

Kembali Ke Atas Go down

Re: (((TALK))) about Freeport

Post  awank on Thu 28 May 2009 - 1:14

wow... panjang bangetttt........ Razz
Very Happy Very Happy Very Happy baca dolo ahh...
avatar
awank

Jumlah posting : 49
Join date : 04.05.09
Age : 37
Lokasi : in ur dream

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: (((TALK))) about Freeport

Post  awank on Thu 28 May 2009 - 1:15

hmm..... Ada beberapa pilihan untuk mendapatkan freeport kembali:
  1. Melakukan manipulasi secara tidak langsung dalam perusahaan tersebut dengan memanipulasi kekuasaan dewan tertinggi perusahaan (metode: ancaman, hipnotis, disembunyikan lalu salah satu melakukan operasi plastik), dengan begitu secara tidak langsung sebagian besar saham akan menjadi milik kita.
  2. Mencabut perjanjian tersebut dengan beberapa persyaratan. Kalo langsung cabut kan enggak bisa bro.
  3. Melakukan tuntutan ganti rugi pada negara yang pernah menjajah kita, ex: Belanda (tuntutannya paling besar mencangkup 95% dari keseluruhan), Jepang, portugis, dan spanyol. Dengan begitu kita dapat mengambil dana yang amat besar untuk membangun negeri ini dan membayar hutang luar negeri. Kenapa Belanda paling besar? Soalnya paling banyak ngerugiin Indonesia, pada saat itu kan harga rempah-rempah=emas.
  4. Melakukan manipulasi ekonomi dunia dengan mengontrol kekuasaan perdagangan emas hitam, emas biru, emas kuning, dan emas hijau (uang).


Evil or Very Mad Evil or Very Mad kok idenya jahat semua sih??,
ah gara-gara udah ngantuk jadi ngelantur... Razz
avatar
awank

Jumlah posting : 49
Join date : 04.05.09
Age : 37
Lokasi : in ur dream

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: (((TALK))) about Freeport

Post  Admin on Tue 2 Jun 2009 - 18:06

^^
ga ngelatur sih bro...
cuma yang jadi pertanyaan.... bisa ga pemerintah yang berkuasa mewujudkannya?
PEDULI kah mereka....??? TEGAS kah mereka??? MAMPU kah mereka...????

ohh... Indonesia.... negara KAYA yang miskin MORAL. lol!
avatar
Admin
Admin

Jumlah posting : 40
Join date : 04.05.09
Age : 37
Lokasi : JAKARTA

Lihat profil user http://umbbro.indonesianforum.net

Kembali Ke Atas Go down

Freeport

Post  KINGson on Wed 3 Jun 2009 - 11:06

hihihihi serem jg ihh bahasannya.....hayohhh pilih pemimpin yg berani ngusir freeport dari bumi Indonesia tapi kyanya ngk ada tuh trus gmn dunk...GOLPUT.... Laughing

KINGson

Jumlah posting : 4
Join date : 01.06.09
Age : 28
Lokasi : Cileduexs

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: (((TALK))) about Freeport

Post  awank on Wed 3 Jun 2009 - 18:18

^^
GOLPUT juga pilihan koq...

asal JANGAN nyuruh orang GOLPUT Evil or Very Mad
avatar
awank

Jumlah posting : 49
Join date : 04.05.09
Age : 37
Lokasi : in ur dream

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: (((TALK))) about Freeport

Post  Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik